Perbedaan Antara Rolling Door dan Folding Gate

Perbedaan Antara Rolling Door dan Folding Gate

Secara umum, perbedaan antara rolling door dan folding gate bisa dilihat dari sistem buka tutup pintu. Rolling door memiliki sistem buka tutup vertikal, yaitu pintu dibuka-tutup dengan cara ditarik ke atas atau ke bawah. Sedangkan folding gate memiliki sistem buka tutup horizontal, yaitu pintu dibuka-tutup dengan cara ditarik ke samping kiri atau kanan.

Ditilik dari sejarahnya, folding gate atau dikenal juga dengan nama folding door telah dipakai oleh peradaban manusia sejak lama. Anda bisa lihat pada gambar di bawah ini, folding gate yang ditemukan pada sisa reruntuhan Kota Pompeii pada abad ke 1 Setelah Masehi. Folding gate juga memiliki nama lain seperti ‘concertina door’ dan ‘folding gate harmonika’ karena sistem buka tutupnya seperti alat musik dengan nama serupa.

Folding Gate

Folding gate adalah pintu dengan sistem buka tutup kesamping kiri dan kanan. Folding gate memiliki dua bilah pintu yang terdiri dari dua sisi rangka silang yang menyambung diantara plat UNP sebagai pegangannya. Folding gate umumnya memiliki ukuran yang lebih lebar dibanding rolling door karena memiliki dua bilah pintu. Folding gate biasanya dipakai sebagai pintu toko atau pintu garasi.

Cara kerja dari folding gate adalah dengan didorong ke samping kanan atau kiri menggunakan sistem sliding yang bertumpu pada rel, sehingga ketika didorong pintu akan melipat.

Folding gate yang tersedia di pasaran ada dua jenis. Pertama, folding gate yang ditutup dengan slat daun seperti yang umum kita jumpai pada ruko dan gudang pabrik. Kedua, folding gate harmonika yang transparan karena struktur rangkanya tidak ditutupi dengan slat daun untuk menampilkan estetika dari rangka yang dibentuk dengan berbagai macam model artistik.

Rolling Door

Rolling door adalah pintu dengan sistem buka tutup gulung ke atas dan ke bawah. Slat daun pintu digulung ke arah atas dan bawah melalui piranti atau komponen yang terdapat pada box atas, terdiri dari pipa as, roda gulung, dan per.

Roda gulung dan per ini lha yang berfungsi menggulung slat pintu saat hendak dibuka dan mengulurnya saat hendak ditutup. Pipa as merupakan pilar tempat tumpuan semua beban dari rolling door. Rolling door biasanya terdiri dari satu daun pintu, namun ada juga yang terdiri dari beberapa daun pintu yang dipisahkan dengan slat pada bagian tengahnya.

Rolling door terdiri dari dua jenis, yaitu rolling door manual dan rolling door otomatis. Rolling door manual dibuka tutup dengan menggunakan manual atau alat bantu seperti tangkai untuk mengjangkau pegangan pintu. Sedangkan rolling door otomatis atau industri menggunakan motor listrik sehingga bisa dibuka tutup secara otomatis menggunakan tombol atau remote untuk kendali jarak jauh, Umumnya rolling door otomatis digunakan pada tempat-tempat yang memiliki lubang pintu tinggi seperti garasi truk dan gudang industri yang sulit dijangkau dengan tangan.

Rolling door dapat dijumpai pada area pertokoan, namun dalam skala besar rolling door biasanya dijumpai pada kawasan industri dan pabrik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *